Thursday, June 19, 2008

Ikhlas

Memang kata Ikhlas ini udah gak asing banget. Tapi bagi gw, hal ini bener – bener jadi salah satu prioritas pemikiran yang paling sering gw pikirin waktu lagi berpikir tentang hidup gw.
Secara terang – terangan gw pengen nangis begitu gw berpikir tentang hal ini, soalnya gak tahu kenapa arti Ikhlas jadi sangat penting buat diri gw. Begitu banyak hal – hal yang gw pikirin untuk mencari makna dari ikhlas itu sendiri. Bukan makna secara etimologi ataupun terminologi, tapi lebih kepada aktualisasi yang realistis.
Ada beberapa contoh kasus atau hal – hal yang membuat gw terharu begitu mikirin soal itu. Salah satunya keikhlasan seseorang orang tua dalam hidup ini. Pernahkah kita sebagai seorang anak memikirkan orang tua secara menyeluruh? Mungkin ada yang menjawab ya ataupun tidak. Dalam mencari makna ikhlas itu sendiri gw mencoba berpikir keikhlasan yang diaktualisasiin oleh para orang tua.


Orang tua kita yang sekarang ini tentunya mempunyai masa lalu, yaitu masa kecil hingga mereka pada umur yang sekarang ini. Ketika mereka kecil, mereka belajar untuk mengejar cita – cita / hal – hal yang diinginkan untuk pribadinya. Dengan sekuat tenaga dia mencapai kesuksesan, peluh keringat tak terasa menetes demi sebuah pemikiran akan rencana masa depan yang tersenyum. Namun semakin berpikir tentang masa depan / memasuki masa berkeluarga, terdapat pemikiran yang melebihi pemikiran dari segala pemikiran yang telah dibangun untuk pribadinya. Yaitu pemikiran terhadap KITA (Buah hati bersama pasangan hidupnya).
Seluruh tenaga, harta, hasrat, impian, kebahagiaan, waktu dan seluruh tubuh dicurahkan bagi KITA dikorbankan HANYA untuk KITA. Mencoba menjadikan KITA sebagai insan yang merasa paling berbahagia, yang merasa paling beruntung dan keinginan untuk membuat KITA sebagai seseorang yang tidak mengenal kata SULIT. Tak peduli seberapa BERAT, seberapa LELAH, seberapa MEMALUKAN bahkan seberapa HINA usaha yang dilakukan HANYA untuk KITA!! Buah hati mereka.
Mungkin bagi anda yang membaca pendapat saya di atas ada beberapa yang berkata :
1. ”Ah, mereka tidak pernah memikirkan saya!Mereka hanya mau saya menuruti kemauan mereka & untuk kepentinga mereka”.
2. ”Ah, Orang tua saya berbeda!!tidak seperti orang tua kamu!Jadi jangan samakan keadaan saya dengan kamu!”
3. ”Orang tua saya tidak mengerti saya!Padahal saya lebih tahu yang saya butuhkan”
4. ”Orang tua saya sangat tidak memperhatikan saya, hanya memperhatikan kepentingan pribadi”
5. ”Jangan sok Tahu!”
Hal tersebut sangatlah wajar terlontar. Tapi ada satu hal yang saya pikirkan ketika saya mencoba memikirkan 5 pernyataan negatif tersebut ketika memikirkan Ikhlas ini. Yaitu bahwa, ORANG TUA ANDA SADAR MEREKA AKAN MENINGGAL DUNIA. Meninggalkan seluruh apa yang dimiliki di dunia.
Itulah pemikiran utama saya!Seseorang yang sudah tahu bahwa dirinya tidak akan memiliki kesuksesan, harta dan kehormatan untuk selamanya masih mau mengejarnya hanya untuk KITA. Siapa lagi kalau bukan KITA yang akan melanjutkan, menikmati dan menjaga semua itu.
Orang tua Kita dengan ikhlas mengorbankan segalanya demi masa depan kita, padahal dia sangat mengetahui bahwa mereka tidak akan menikmatinya. Kenapa saya bilang mereka tidak akan menikmatinya, karena untuk menjadikan KITA sebagai insan yang merasa paling berbahagia, yang merasa paling beruntung dan keinginan untuk membuat KITA sebagai seseorang yang tidak mengenal kata SULIT merupakan hal yang teramat sulit, tiada kata berhenti untuk menikmati hal yang dicapainya. Karena semua itu untuk KITA!!
ORANG TUA KITA tahu mereka tidak akan / belum tentu dapat melihat diri KITA sukses dan bahagia nanti, MEREKA TIDAK TAHU apakah impian mereka terhadap KITA terkabul, MEREKA SANGAT TIDAK TAHU apakah kita menjaga impian mereka.
Hanya bagi KITA mereka berkorban semua waktu yang diberikan untuk hidup di dunia. Begitu mereka MENINGGAL, tidak ada kelanjutan dari impian mereka. Hanya BERHENTI sampai disitu, TIDAK ADA LAGI.
Sungguh begitu besar keikhlasan tersebut. Seberapa buruk pun ORANG TUA KITA, keburukan tersebut tidak akan dapat menutup mata hati yang melihat keikhlasan mereka. Sangatlah besar rasa sayang mereka.
Sekarang, waktunya bagi KITA merenung. Apakah kita telah menjaga keikhlasan mereka? Apakah kita punya rasa terima kasih?Apakah kita masih buta akan hal tersebut?COBA PIKIR!!Ketika kita melakukan hal yang teramat memalukan, mengecewakan, MENGHANCURKAN HATI ORANG TUA, MENGANCURKAN IMPIAN yang dibangun selama ini. Orang tua kita hanya berkata ”NAK, IBU GAK MARAH KOK, ASAL KAMU JANGAN MENGULANGI LAGI YA, KARNA ITU GAK BAIK UNTUK DIRI KAMU”. Okelah mereka berkata MEMAAFKAN kita, Tapi coba PIKIR!!Kita sudah MEMBUAT LUKA di hati mereka, MENCABIK IMPIAN yang telah dibangun, MERENGGUT IMPIAN akan sebuah senyuman di masa depan!!!Itukah balasan kita terhadap Kedashyatan IKHLAS mereka. KASIHAN MEREKA. Dalam hati mereka MENANGIS!!!
Balaslah semua perjuangan mereka, bukan dengan UANG ataupun BARANG. Tapi dengan RASA SAYANG dan SIKAP – SIKAP yang menunjukkan bahwa mimpi mereka akan terwujud. Sebagai contoh :
1. Bagi yang masih bersekolah, berikan prestasi. Berikan nilai – nilai terbaik dari usaha anda sendiri bagi mereka. Persembahkan kehormatan anda dalam akademik untuk mereka. Jangan selalu membuat masalah, membuat orang tua kita meratapi sosok anda dengan sorot mata kekecewaan
2. Dalam pergaulan. Jangan rusak diri kita dengan hal yang orang – orang BODOH bilang bahwa itu menyenangkan, keren, gaul, nyaman, etc. Seperti ROKOK, ALKOHOL, DUGEM, NARKOBA, SEX BEBAS, KRIMINALITAS, dsb.Sayangi diri anda, dengan begitu terjaga pula impian orang tua anda. Jangan mengAMINI pendapat orang – orang BODOH tentang hal – hal tersebut karena itu adalah hal yang SALAH.
3. Jangan pernah lupa dengan Norma, jangan seperti burung yang lepas dari sangkar ketika kita tanpa pengawasan orang tua. Karena saya jamin akan anda alami penyesalan yang sangat pahit.
Itulah hal – hal yang sangat saya pikirkan belakangan ini, SEMOGA KITA BISA MENJAGA IMPIAN ORANG TUA KITA dan dapat MEMBALAS SEDIKIT KEIKHLASAN MEREKA YANG TAK MUNGKIN TERBALAS..................

No comments: